Senin, 17 Mei 2010

Memperkuat Budaya Baru

Memperkuat Budaya Baru

Nama kelompok : Inisiator

Fandy Riadhusae F1B006081

Nofiyana D. U F1B008013

Deuis Nisha Yunitha F1B008047

Widiharto F1B008066

Habibah S. L F1B008101


BAB 12

Memperkuat Budaya Baru

Mengubah budaya korporat pada dasarnya mengubah kebiasaan-kebiasaan (yaitu bagaimana pekerjaan diselessaikan)dalam suatu institusi, dan kalau berhasil menghasilkan komitmen baru, empowerment sumberdaya manusia, dan ikatan yang lebih kuat antara institusi dengan pelanggarannya (Porter dan Parker,1992).

BUDAYA DISIPLIN

Seorang ahli manajemen Jim Collins 2001), menemukan pentingnya budaya disiplin untuk meraih keunggulan dalam bersaing.menurutnya perusahaan-perusahaan yang bagus dapat dibedakan ke dalam dua kategori yaitu :

  • Good company (perusahaan bagus)
  • Great company (perusahaan hebat)

Bagan 12.1

“good is the Enemy of great”

CEO seperti ini disebut Collin sebagai celebrity CEO,Ketenaran seorang celebrity CEO tentu saja bisa membuat citra perusahaan naik dan sangat di segani oleh para analis saham dan wartawan.Masalah utamanya ketenaran bisa membuat COA terlalu focus “ke luar” dan membuatnya kurang sensitive terhadap hal-hal yang harus segera ditanganinya di dalam.Ketenaran seorang CEO bisa membuat para analisis sangat berhati-hati bahkan takut memberikan masukan-masukan yang kritis.

Ada tiga pilar utama yang membentuk budaya disiplin, yaitu :

  1. Disipline People : Manusia yang diseleksi ditempatkan dengan baik
  2. Disipline Action : Strategi yang diimplementasikan dengan benar
  3. Disipline Thought : Mengikat kerja bukan hanya dengan disiplin, melainkan disiplin

Discipline People

  • Rekrut Yang Baik

Perekrutan didasarkan pada orang yang baik bukan pada orang yang cerdas

dan tahu bagaimana ia bekerja dalam team yang berorientasi kedepan dan mempunyai karakter kuat.

  • Berikan Pengertian Yang Baik

Discipline people tidak secara otomatis diperoleh dari perekrutan yang baik,

namun diberi standar kerja melalui proses orientasi.

  • Jalan Ritual Yang Baik

Ritual tidak hanya terjadi pada saat pengangkatan karyawan tetapi pada even-even lain, ciptakanlah ritual yang menyentuh emosi.

  • Letakan Pada Kursi Yang Tepat

Orang-orang yang tepat akan berkontribusi positif dan menghargai budaya korporat jika ditempatkan pada kursi yang tepat pula.

  • Keluarkan Yang Dibawah Standar

Kesalahan terbesar organisasi ketika para eksekutif berani mengatakan ditempanya tidak ada eksekutif yang berhenti kalau menjadi maka budaya organisasi berubah menjadi budaya mempertahankan harmoni sosial, artinya bahwa instansi berubah menjadi kumpulan orang-orang yang butuh ketenangan.

  • Kepemimpinan Level 5

Collins menegaskan bahwa pentingnya leadership tetapi leadership bukan ditekankan pada manajerial leadership, pemimpin disebut Lincon type leader yaitu seseorang yang mempunyai keberanian menghadapi fakta-fakta ritual dengan kegigihan, pantang menyerah, memiliki panggilan profesional serta kerendahan hati strategis.

Intervensi Melalui OD

Salah satu teknim yang banyak dipakai dalam memperkuat budaya korporat adalah OD atau Organization Development. Pada dasarny OD merupakan teknik yang dipakai dari ilmu perilaku(behavioral science) untuk menciptakan learning invironment melalui upaya-upayapeningkatan kepercayaan (trust), konfrontasi terbuka terhadap masalah-masalah, pemberdayaan karyawan dan partisipasinya, berbagi pengetahuan dan informasidesain pekerjaan yang lebih memberikan arti, kerjasama dan kolaborasiantarkelompok serta pendayagunaan potensi manusia seutuhnya. Menurut Dalf OD menjadi alat yang dianggap penting karena penekanannya terletak pada nilai-nilai perkembangan manusia, kketerbukaan, keadilan, bebas dari tekanan- tekanan dan otonomi untuk mencapai hasil tersebut.

Ada beberapa teknik yang dikembangkan dalam OD, antar lain:

  1. Intervensi kelompok

Intervensi dilakukan di sela-sela program tahunan untuk “membuka mata” dan mengajak para eksekutif untuk terlibat dalam perumusan rencana yang menyenngkan. Untuk itu harus diupayakan adanya even khusus yang membentuk pengalaman emosional mereka yaitu tentang pentingnya komitmen, kemampuan beradaptasi, dan setia pada nilai-nilai yang hakiki dalam melayani dan membangun institusi. Harus diupayakan adanya kebebasan dalam banyak hal baik dalam berpakaian sampai komunikasi lintas hierarki dan divisi,dan kebebasan berfikir untuk mengasah kreativitas. Jangan biarkan dominasi oleh atasan-atasan tettentu dan jangan biarkan rasa takut menyelimuti mereka.

  1. Team building

Team building adalah suatu kegiatan experiental yang didesain untuk menyelimuti cohesivennnes (daya rekat)kelompok. Nilai-nilai dasar yang dipupu dalam team dan diterima dengan menyenangkan akan membantu proses percepatan pembentukan nilai-nilai baru.

  1. Aktivitas-aktivias antardepartemen

Budaya korporat yang hanya ditanam pada sekat-sekat yang ketat tidak akan efektif. Adara aktivitas-aktivitas antardepartemen hidup, nilai-nilai itu harus berinteraksi , dan orang-orang yang hidup dalam silonya masing-masing harus sring dipertemukan. Dalam pertemuan itu mereka harus saling berdialog tentang asalah dan bagaimana mengatasinya.

Menghadapi Pukulan Balik Budaya

Dalam mengubah budaya koorperat ada dua buah kenyataan yang harus dihadapi, yaituL; vicious circle (lingkaran setan ) dan virtuous circle (lingkaran baik). Semua pemimpin itu tentu menginginkan transformasi nilai-nilai yang ditanamkan bisa menimbulkan perubahan perilaku dan membawa kemajuan bagi kinerja organisasi (virtuous). Tetapi dalam kenyataannya banyak proses transformasi nilai yang memikul balik ke belakang.

Sebagai contoh penerapan nilai-nilai kehidupan melalui Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang dilakukan selama bertahun-tahun di era Soeharto di Indonesia ternyata hilang begitu saja bahkan nilai-nilai itu tak ampak berbekas pada saat krisis melanda bangsa ini. Menurut teori ini, semua bisa terjadi kalau kita salah memupuk nilai-nilai tanpa memperhatikan efek formalitas/informalitas dan sentralisasi / desentralisasi penerapannya.

Viciuous circle

Viciuous circle (lingkaran setan) adalah arah gerakan/lingkaran perubhan nilai-nilai yang berakibat memukul balik ketempat semula. Pada setiap transforamasi nilai yang dijalankan selalau saja ada kemungkinan gerakan maju sekaligus pusaran-pusran gelombang. Gelombang yang bergerak seperti putaran cyclone (spiral)yang agresif disebut viciuous circle, sedangkan yang berbentuk keatas seperti spiral atau memanjang atau double helix disebut virtuous circle.

Ada dua hal pendekatan untuk transformasi yaitu

  • Formal atau informal
  • Sentralisasi (dikendalikan pusat dan desentralisasi( otonomi)

Ada 4 jenis budaya berdasarkan formalisasi dan sentralisasi

  1. Budaya apolo

Budaya yang sangat formal dan tersentralisasi, dikontrol kuat oleh hierarki.

  1. Budaya zeus

Budaya yang tersentralisasi dank arena sifatnya informal maka ia membarkan dirinya dikelilingi oleh kolega-kolega yang tersusun organic.

  1. Budaya Athena

Budaya yang formal dan terdesentralisir makacenderung bekerja disiplin.

  1. Budaya dionisius

Bersifat informal dan terdesentralisir, biasanya menuntut kreativitas tinggi, kerjasama tim, dan biasanya cenderung terdiri dari kumpulan para ahli menurut bidangnya masing-masing dan cenderung otonom.

Mengelola budaya, menurut teori ini sangat perlu memperhatikan tingkat formalitas dan cara melakukan sentralisasi. Sentralisasi akan menimbulkan masalah, dan kalau tidak dikelola dengan baik, ia justru akan menimbulkan gelombang cylone yang berbalik arah.

Perubahan budaya bisa menyebabakan gelombang lingkaran setan yang memukul berbalik arah. Protes, complain, perbedaan pendapat, perlawanan dianggap sebagai kegiatan melawan Undang-Undang(formal). Sekarang ruang protes dan pembangkangan menjadi beralih ke lingkungan informal, dilakukan secara diam-diam dan terselubungbahkan tidak ada lagi pemikiran-pemikiran kritis yang menantang gagasan-gagasan resi tersebut. Pada era itu, pembangkangan dianggap sebagai kegiatan subversive. Pemikiran dan nilai-nilai yang tertutupuntuk dikritisis biasanya cenderung akan mengalami pembusukan. Itulah sebabnya, penanaman nilai-nilai baru atau transformasi nilai-nilai dengan cara ini sangat tidak dianjurkan karena dapat “memukul balik” ke tempat semula, bahkan dapat menimbulkan perlawanan yang sangat dahsyat namun tidak terbuka.

Virtous Circle

Kalau terjadi gelombang perlawanan tentu Anda membutuhka penyelesaian, yaitu rekonsiliasi. Kebanyakanpemimpin dalam perusahaan dan lembaga resmi pemrrintahan membiarkan organisasinya tercabik-cabik dengan kuiltur yang cenderung kompromistis, tetapi tidak jelas kemana arahnya.untuk itu anda perlu melakukan rekonsiliasi dan berdamai dengan berbagai pihak: dengan kelompok-kelompok penentang dan dengan masa lalu. Organisasi perlu membangun nilai-nilai baru dengan cara, yaitu melalui jalan Virtous Circle.

Cara ini disebut sebagai sistem mandiri atau self-balancing dan self-cccconecting karena nilai-nilai dan npandangan-pandangan yang saling bertentangan (formal-informal, sentralistis-desentralistis) tetap diberi ruang untuk saling mengisi dan mengoreksi. Kelompok informal dipandang bukan sebagai sempalan yang harus dibasmi, melainkan sebagai aktivitas bernilai yang terintegrasi secara formal dalam institusi. Artinya, mereka juga berhak memperoleh penghargaan-penghargaan dan imbalan-imbalan terhadap peran yang dijalankan.

Pendekatan ini adalah pendekatan estetika, didasarkan kehendak hidup yang harmonis dan berirama. Artinya, transformasi nilai-nilai dilakukan dengan menyeimbangkan aturan-aturan formal dengan cara-cara tidak formal.

17 komentar:

  1. andri wahyu prasetyo FIB008030

    mungkinkah setiap pemimpin akan mampu mengubah budaya baru dalam organisasi? jika iya, apakah strategi yg harus diterapkan? jika tidak, mengapa dan solusi apa yang harus dilakukan saat krisis? maturnuwun..

    BalasHapus
  2. DEssy Andi Riani
    F1B008076
    saya cuman mau berkomentar seedikit,,menurut saya budaya disiplin memang sangat penting agar perusahaan tidak hanya menjadi sebuah Good company (perusahaan bagus) tetapi great company ( perusahan hebat )
    tetapi saya juga masih sedikit bingung apa perbedaan diantara keduanya ?
    bisakah jelaskan dan beri contoh ??
    terima kasih
    coment juga ya
    kelompoktigathewindofchange.blogspot.com
    ^^

    BalasHapus
  3. Astri Astuti F1B008008

    dari 3 pilar utama yang membentuk budaya disiplin tu mana yang paling berpengaruh dan bgmn mengembangkan ketiga pilar tersebut?

    komen d blog klmpk kami jg ia d http://azaazafighting-kelompok10.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. menjawab pertanyaan dari Deuis Nisha Yunita

    sebenarnya pengelolaan perusahaan sama sulitnya entah itu pada saat turun ataukah pada saat naik,karena pada saat diatas kita berpikir bagaimana suatu perusahaan bisa tetap pada posisi yang sama seperti yang sekarang dan bagaimana pula kita mempertahankannya.
    pada saat kondisinya sedang mengalami penurunan pun juga sama kita berpikir bagaimana kita mampu membangkitkan perusahaan, memajukannya, memantapkan posisi seperti apa yang tujuan perusahaan tersebut inginkan.
    cara bagaimana mengelola perusahaan pada saat berada pada posisinya sedang berada diatas, mungkin dapat dilakukan suatu manuver atau sebuah gagasan dimana dapat mengupgrade perusahaan tersebut sehingga pasar tidak bosan, dan individu di dalam perusahaan tersebut pun tidak mengalami kejenuhan. dan apabila perusahaan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka karyawannya mampu menghasilkan suatu inovasi baru guna memunculkan sebuah produk yang kompetitif dan tidak kalah saing dengan produk lainnya.

    Gilh Ruby S F1B008060

    BalasHapus
  5. kenapa budaya baru tertera dalam sebuah perubahan??
    dan kenapa bukan budaya yang sudah ada yang harus nya diperhatikan???

    folllow+komentarnya di tunggu

    BalasHapus
  6. Endah Ratnasari (F1B008002)
    menjawab pertanyaan Habibah di comment kami mengenai budaya koorporat ..
    budaya korporat ialah "pola andaian asas, nilai, norma dan artifak yang dikongsi oleh ahli-ahli sesuatu organisasi. Budaya korporat merupakan andaian-andaian kongsi yang orang beranggapan terhadap bagaimana kerja harus dilaksanakan dan dinilaikan, dan bagaimanapun pekerja-pekerja bergaul antara satu sama lain serta dengan pihak lain yang mustahak, seperti pembekal, pelanggan, dan agensi kerajaan".

    BalasHapus
  7. Lulu Prianika F1B008099

    Saya tertarik pada pendapat Seorang ahli manajemen Jim Collins 2001) tentang perusahaan-perusahaan yang bagus dapat dibedakan ke dalam dua kategori yaitu : Good company (perusahaan bagus) dan Great company (perusahaan hebat).
    Adakah perbedaan antara good company dan great company??
    kemudian mampukah suatu perusahaan melaksanakan keduanya..terimakasi.

    coment juga d blog kami, kami tunggu partisipasinya ^^

    BalasHapus
  8. nofiyana d. u f1b008013 dari kelompok inisiator
    akan menjawab pertanyaan dari sdri.astri astuti
    yang paling berpengaruh yaitu discipline people mengapa demikian karena discipline people merupakan persyaratan yang paling mutlak karene pembentukan budaya dimulai dari orang atau manusianya sendiri bukan dari organisasi.maka disini organisasi design untuk manusia bukan manusia untuk organisai.
    pengembangan dari ketiga pilar tersebut dengan cara perekrutan yang terbaik. berikan pengertian yang terbaik, jalan ritual yang benar, letakan pada kursi yang tepat.jadi manusia itu diseleksi, ditempatkan, dan dibina untuk memperoleh kebahagian-kebahagian dan bekerja karena menyenengi pekerjannya.

    BalasHapus
  9. Endah Ratnasari (F1B008002)

    saya tertarik dengan pembahsan mengenai kelompok informal dipandang bukan sebagai sempalan yang harus dibasmi, melainkan sebagai aktivitas bernilai yang terintegrasi secara formal dalam institusi. Artinya, mereka juga berhak memperoleh penghargaan-penghargaan dan imbalan-imbalan terhadap peran yang dijalankan.
    Pendekatan ini adalah pendekatan estetika, didasarkan kehendak hidup yang harmonis dan berirama. Artinya, transformasi nilai-nilai dilakukan dengan menyeimbangkan aturan-aturan formal dengan cara-cara tidak formal.
    dengan adanya penggabungan antara formal dan informal, maka dapat membentuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik lagi tentunya .

    terimakasih^^
    di tunggu commentnya di blog METAMORPHOSIS..

    BalasHapus
  10. menjawab pertanyaan dari sodara Andri..

    pemimpin pasti dan harus bisa merubah budaya yang ada di organisasi, karena untuk eksisnya organisasi maka organisasi tersebut harus flexible dengan tuntutan jaman yang otomatis akan merubah budaya dari organisasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh Paul Otellini yang merubah wajah intel dari pembuatan Memory Chips menjadi Microprocessor yang telah menghebohkan dunia IT di Era Tahun 90an. selain itu dalam hal merubah budaya organisasi itu tergantung situasi dan kondisi yang mendesak organisasi tersebut, jika memungkinkan untuk di rubah ya organisasi itu harus dirubah dan strategi apa yang harus dilakukan tergantung dari pemimpin organisasi itu yang melakukannya sesuai kebutuhan organisasinya. jika melihat dari kepemimpinan Paul Otellini strategi yang dilakukan yaitu menggagas konsep “Multi Core Processor“, di mana Intel akan masuk ke berbagai bidang seperti untuk memory processor barang elektronik, kedokteran, HP, dan banyak bidang lain lagi, perekrutan besar-besaran dari luar. Posisi Marketing Director dipilih dari orang luar yang bukan orang Amerika, yaitu Eric B. Kim, seorang Executive Senior dari Samsung Corporation yang berkebangsaan Korea. dan masi banyak tokoh lain yang mengubah budaya organisasi, itu semua dilakukan demi pengembangan organisasinya... makasi..^^ from Beibhz_kireina F1B008101

    BalasHapus
  11. menjawab pertanyaan dari Dessy dan Lulu..

    mengenai perbedaan Good company (perusahaan bagus) dan Great company (perusahaan hebat yaitu good company adalah perusahaan yang masi harus mengembangkan perusahaannya menjadi great company, sedangkan great company merupakan puncak kejayaan dari suatu perusahaan, good company belum tentu great company tetapi great company sudah pasti good company...

    masalah mampu atau tidaknya tergantung dari perusahaan tersebut bisa mengelolanya menjadi good company lebih-lebih menjadi great company.. tetapi itu merupakan hal yang harus dilakukan karena ketika perusahaan mencapai good company jangan sampai meluncur kebawah menjadi bad company tetapi seharunya menjadi great company.. makasi..

    untuk contoh tentang "Perjalanan Mendaki Dexa Medica" yang Sejak pendiriannya, Dexa Medica telah bertekad menjadi yang terbaik. Di tangan generasi kedua, impian ini agaknya bakal terwujud. Seberapa besar faktor Ferry mendorong Dexa dari good company menjadi great company. untuk selengkapnya silakan baca di webcache.googleusercontent.com.. ^^ from beibhz_kireina F1Boo8101

    BalasHapus
  12. menjawab dari kelompok 14..

    karena budaya baru yang namanya "baru" otomatis merubah dari yang lama menjadi baru sehingga itu merupakan sebuah perubahan (ada yang berubah).. hal tersebut disebabkan karena tuntutan faktor internal dan ekternal yang menyebabkan adanya suatu perubahan,. sebenarnya mungkin suatu organisasi juga tidak begitu saja merubah organisasinya, dan masalah kenapa bukan budaya yang sudah ada yang harus nya diperhatikan, memang hal tersebut pada setiap organisasi diperhatikan karena itu yang menjadi dasar diadakannya perubahan.. makasi.. ^^ from F1B008101

    BalasHapus
  13. makasi kepada endah ratnasari...^^ setuja...!!!

    BalasHapus
  14. Endah Ratnasari (F1B008002)

    terimakasih kembali, jangan lupa pula kita sebagai generasi muda harus dapat melakukan perubahan dalam hidup kita !
    hehehee^^

    BalasHapus
  15. dalam dicipline people, point pertama disebutkan "Perekrutan didasarkan pada orang yang baik bukan pada orang yang cerdas dan tahu bagaimana ia bekerja dalam team yang berorientasi kedepan dan mempunyai karakter kuat".
    yang ingin saya tanyakan adalah:
    penilaian "baik" yang bagaimanakah menurut kelompok saudara?
    dan berikan contoh mengenai karakter kuat yang dimaksud?
    terimakasih atas jawabannya..

    sri wiyani F1B008102

    BalasHapus
  16. saya Nofiyana D. U F1B008013 mewakili kelompok 12 akan menjawab pertanyaan dari proaktif yang telah diajukan oleh sri wiyani:
    baik disini yaitu banyak perusahaan yang hebat menemukan eksentesinya titentukan berhasil atau tidaknya mempertahankan sumber daya manusia.dimana orang-orang yang baik mempunyai keterampilan-keterampilan komunikasi yang baik.
    contohnya : di Microsoft, Bill Gates pemimpinnya terjun secara langsung dalam menyeleksi karyawannya agar perusahaan tersebut tidak salah pilih dan orang-orang yang baik menurutnya tidak akan menyulitkan perusahaan karena mereka tahu apa yang harus dikerjakan.

    BalasHapus
  17. makasi kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi untuk diskusi di blog kami... Arigato gozaimashita.. hatten shimashooo..!!!

    BalasHapus